Field Report for accidentally Research

IRiS at Sekaten, Alun-alun utara Keraton Yogyakrta,14 januari 2011

Niat awal kami jalan-jalan ke pasar malam sekaten, adalah untuk mencari baju beladiri (Do Gi). Namun ternyata, lebih dari itu, secara tidak sengaja kami menemukan sesuatu yang sangat menarik minat kami. Kita sebut saja paranormal jalanan.

Saat akan menuju stan penjual baju bekas, perhatian kami teralihkan pada orang-orang yang menggerombol mengelilingi seseorang, yaitu paranormal yang sedang menjajakan daganganya. Sebelum menawarkan daganganya, untuk meyakinkan calon korbanya, si paranormal membuat atraksi berupa: tongkat besi di ujungnya diikat sebongkah batu dan tongkat tersebut dapat berdiri pada ujung satunya yg hanya ditopang sebuah gelas, kemudian kebal silet, lalu menelan jarum kemudian dikeluarkan dlm keadaan sudah terangkai dengan benang.

Setelah selesai beratraksi, si paranormal ini mulai memberikan pengantar, sambil membagikan secarik kertas kepada para penonton yang berminat, termasuk saya. Pengantar yang diberikan panjang lebar, tak jelas, yang dimaksudkan sebagai convincer bagi calon korban. Pengantar panjang lebar ini ternyata juga difungsikan untuk ‘meng-gendam’ salah satu penonton. Gendam dilakukan dengan cara memberikan informasi yang membingungkan secara bertubi-tubi kepada penonton dan kemudian tiba-tiba “Tukokke rokok Dji Sam Soe 3, neng bakul rokok kono kae”, tetapi gagal.

Tidak berhenti di situ, info-info membingungkan yang tak saling berhubungan itu pun terus dilanjutkan, dan korban selanjutnya adalah (tau siapa….??!!!) Om Tomy….. Om Tomy dimintai uang Rp 10.000 untuk beli bakso oleh si paranormal. Tapi untunglah, karena Om Tomy lebih sakti, gendamnya nggak mempan. :-D

Kami berbagi tugas. Sementara saya memperhatikan dengan tidak seksama apa yang dikatakan si paranormal, Sandra, Bill, dan Om Tomy yang berada di belakang mencari Stooge (teman si paranormal yang menyamar menjadi penonton). Stooge biasanya difungsikan untuk ikut meyakinkan penonton lain tentang kehebatan si paranormal.

Di akhir sesi, keduabelas orang yang telah menerima secarik kertas tadi diminta memberikan Rp 5000,- sebagai mahar atas batu kecil yang katanya bertuah. Setelah ‘batu bertuah’ diberikan, satu persatu korban disalami, diberi mantra-mantra, dan dinasehati bahwa batu itu tidak boleh dipakai KERENGAN (berantem/ berkelahi).

 Rupanya saya adalah target terakhir si paranormal. Di sini saya berhasil memancing dia, karena di awal perkenalan, saya mengaku berasal dari Tulungagung-Jawa Timur, yang katanya kondang akan dunia per-klenikannya (???). Sama seperti korban lainya, saya disalami dan diberi mantra. Namun bedanya adalah, saya diminta (dengan prinsip gendam seperti di atas) untuk membungkus uang Rp 40.000 sebagai mahar jimat tambahan untuk saya. Tetapi saya bilang, “Wah maaf pak, saya nggak bawa uang tunai. Belum ke ATM”

Team: Sandra Shinta Dewi, A. Aloang, Imana Hardi (bill), Alvian Mahardhika

2 Comments

  1. Muhammad Karsy Situmeang siipp deh nih artikel..
    16 January 2011 at 17:37 · Like · 1
    Alvian Mahardhika di sini kita kemaren belajar:
    1. berakting jd penonton awam (kata om tomi akting saya jelek, tp untungnya dukunya nggak tau)
    2. belajar “bagaimana seorang dukun perform”
    3. belajar micro expression utk mengetahui siapa teman dukun nya itu di antara penonton.
    4. belajar iklas. Minimal berkorban Rp 5000,- buat souvenir ‘batu bertuah’ tadi heheheheheehheee
    16 January 2011 at 18:45 · Like
    Gustomy Rachmad Lha Ikhlas…wong uangnya pinjam jee…hee
    17 January 2011 at 09:52 · Like · 1
    Alvian Mahardhika ya kan minjem jg cm 1000
    17 January 2011 at 19:49 · Like
    Hari Prabowo wah, sayang aku ga ikut belajar ikhlas uang 5rb
    18 January 2011 at 14:05 · Like
    Hendros Aquilani Santoso hehehe…
    good experience, thanks 4 share…
    misal.e kulo nderek, luwih miliih %rb kanggo tuku gorengan drpd watu… :) :) :)
    19 January 2011 at 09:13 · Like
    Iwan Binanto berarti dukunnya “street magic” dunk … hehehehe …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *