Investigasi Crop Circle ‘UFO’ Yogyakarta by IRIs

Investigasi Crop Circle ‘UFO’ Yogyakarta by IRIs

Fenomena di Yogyakarta

Pemberitaan mengenai ‘jejak UFO’ di sleman Yogyakarta, marak sejak kemunculannya pada hari minggu pagi 20 Januari 2011. Bertepat di area persawahan desa Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman. Pola tribal simetris berdiameter 60 meter ini segera menjadi pemberitaan nasional dan dikait kaitkan dengan keberadaan mahkluk extraterestial atau UFO. Segera setelah mendapat berita dari sumber yang terpercaya, pada senin siang tim IRiS bergerak ke lokasi ditemukannya crop circle. Berdasarkan literature dan sumber ilmiah yang telah dimiliki IRiS sebelumnya, kami memiliki dugaan awal bahwa Crop Circle ini bukan merupakan fenomena alam ataupun hasil dari mahkluk luar angkasa, namun merupakan hasil rekayasa manusia, seperti ribuan kasus crop circle di negara lain yang sudah terbongkar sebelumnya di seluruh belahan dunia. Namun ada beberapa hal yang harus dikonfirmasi untuk memastikan dugaan tersebut seperti kondisi padi, kontur tanah, kondisi geografis dan faktor faktor lainnya. Ada beberapa kriteria dan ciri ciri yang menunjukkan indikasi sebagai crop circle buatan. Data data yang dihimpun dan pengamatan visual pada akhirnya membuat kami mengambil kesimpulan bahwa crop circle ini tidak lebih misterius dan tidak lebih canggih dari crop circle yang muncul di eropa sejak tiga dasawarsa terakhir yang merupakan hasil seni dari beberapa grup rahasia seniman pembuat crop circle. Menjelaskan bagaimana tim dari IRiS mengambil kesimpulan tersebut, sebaiknya kita mulai dari merunut sejarah crop circle dan bagaimana akhirnya fenomena itu terbongkar secara ilmiah.

[table_of_contents]

Sejarah Crop CircleCrop circle telah muncul di Inggris sejak pertengahan tahun 70an. Pola pola lingkaran dan simetris muncul hanya dalam satu malam dan berlokasi di ladang gandum yang luas pada malam yang cerah. Pada awalnya pola pola ini muncul di dekat situs situs terkenal seperti Stonehenge. Sejak tahun 1970 hingga pertengahan tahun 2000 laporan terjadinya crop circle mendekati angka 10.000 laporan dan 90% diantaranya terjadi di Selatan Inggris. Kasus ini menyebar ke negara lain meskupun populasinya sangat sedikit. Kendati demikian, kasus ini jarang ditemukan di Amerika Serikat. 

Runtuhnya misteri Crop Circle

Misteri crop circle mulai terungkap ketika sekelompok peneliti dari MIT dan discovery channel mencoba merekonstruksi pola rumit crop circle. Tim tersebut mengungkap bahwa crop circle ternyata dapat dibuat oleh manusia dengan cara yang tidak terlalu sulit meskipun membutuhkan perencanaan dan pelaksanaan yang menuntut kecermatan dan kesabaran tinggi. Zat-zat kimia, radiasi, dan serpihan logam dapat direkayasa dengan bahan bahan yang dapat ditemui sehari-hari atau dibeli di toko bahan kimia. Pada tahun 1991, Dua orang bernama Doug Bower dan Dave Chorley menyatakan bahwa mereka telah memulai aktivitas pembuatan crop circle sejak 1978 dengan menggunakan peralatan sederhana, Setelah pernyataan tersebut mereka membuktikannya dengan membuat crop circle dalam waktu kurang dari satu jam. Bower dan chorley bukan satu satunya grup yang mampu membuat crop circle. Secara rahasia banyak seniman pembuat crop circle yang melakukannya secara rahasia demi kepuasan pribadi. Banyakk crop circle lainnya bermunculan dan masing-masing berlomba memunculkan desain yang lebih rumit dan canggih, dan menyelesaikannya salam satu malam. Bahkan lebih canggih dari bower dan chorley, dengan menambahkan efek efek radiasi sehingga seolah-olah itu merupakan crop circle yang ‘asli’ (buatan alien).

Kasus crop circle yang sebagian besar (90%) terjadi di inggris disebabkan oleh banyaknya lokasi yang sesuai untuk pembuatan crop circle dan banyaknya grup rahasia pembuat crop circle yang terpusat di inggris. Kasus ini sangat jarang terjadi di Amerika mengingat tingkat resiko yang tinggi dimana pembuat crop circle bisa saja ditangkap oleh polisi atau ditembak langsung oleh pemilik perkebunan yang rata rata memiliki senapan.

Setelah hal ini diekspose di media dan menjawab semua fenomena crop circle, kelompok cropcircle maker menjadi profesi baru yang kerap diminta banyak perusahaan untuk membuat logo mereka di atas ladang gandum di dekat area bandara agar terlihat oleh siapapun yang menggunakan penerbangan pesawat. Firefox adalah salah satu perusahaan yang menggunakan jasa ini. Logo Firefox pada crop circle bahkan tertangkap di google earth. Pada tanggal 11-12 juli 1992 sudah diselenggarakan kompetisi membuat crop circle yang diselenggarakan di Berkshire Inggris. Pemenangnya adalah tiga orang insinyur pembuat Helikopter yang juga merupakan cropcircle maker. Grup-grup ini memandang crop circle sebagai sebuah karya seni tingkat tinggi yang memiliki tingkat kerumitan dalam pembuatannya. Tantangan serta sensasi misterius yang muncul membuat banyak cropcircle maker ingin mengulanginya di banyak tempat. 

Pengetahuan Crop Circle di Indonesia

Maraknya pemberitaan tentang UFO menunjukkan minimnya pengetahuan di Indonesia tentang apa yang sudah terjadi dan terungkap hampir dua puluh tahun lalu. Rendahnya minat baca di indonesia dan kentalnya kepercayaan terhadap hal-hal supranatural membuat masyarakat Indonesia lebih suka percaya bahwa fenomena-fenomena aneh termasuk crop circle merupakan hasil dari mahkluk luar angkasa daripada melihatnya sebagai karya seni yang dapat dibuat oleh manusia. Keinginan untuk percaya pada hal hal yang luar biasa membuat banyak orang (bahkan di eropa) yang masih ingin percaya bahwa beberapa crop circle dan fenomena lain memang merupakan produk ‘asli’ dari UFO. Ini merupakan hal yang sangat wajar karena tingkat pengetahuan yang rendah dan kegemaran orang akan sensasi. 

Bagaimana Crop Circle dibuat?

Rahasia dan teknik cara membuat crop circle telah diungkap dan dijelaskan secara mendetail di banyak website. Bahkan ada panduan video untuk membuatnya. Cukup dengan mengetikkan “how to make crop circle” di search engine seperti google, anda akan menemukan banyak sekali panduan. Bahkan ada versi bahasa Indonesianya dengan cara mengetik “cara membuat crop circle” di google. Salah satu web yang seccara baik membahas cara membuatnya adalah WIKIHOW.

Terlebih dahulu, crop circle maker harus mencari lokasi yang ideal yang akan digunakan sebagai target/kanvas pembuatan crop circle. Beberapa persyaratan lokasi yang ideal meliputi:

  • Areanya luas agar leluasa dalam mendesain
  • Area yang sepi dan atau sangat sepi untuk meminimalisir potensi ketahuan saat operasi.
  • Memiliki jenis gandum/padi yang sudah hampir mongering dan memiliki kerapatan yang tinggi agar mudah dirubuhkan
  • Memiliki jenis tanah yang relatif kering
  • Dekat dengan tempat yang tinggi seperti menara/bukit agar hasil karyanya bisa dengan mudah dilihat

(Semua kriteria ini ada pada area lokasi Crop Circle di Sleman Yogyakarta)

Selanjutnya pembuat crop circle harus membuat peta lokasi untuk menentukan luas area, akses masuk, jalan atau batas batas masing masing petak sawah/ladang gandum secara akurat. Gunakan peta elektronik seperti google map untuk membuat kalkulasi yang lebih akurat. Jika anda mengukurnya secara manual, ini akan mengundang kecurigaan.Gunakan komputer untuk mendesain gambar/pola yang akan dibuat. Sesuaikan dengan tingkat kesulitan yang sudah dikuasai dan jumlah personil yang akan dikerahkan. Semakin sedikit personil semakin baik untuk meminimalisir potensi ketahuan saat operasi (Banyak grup crop circle berpengalaman di Erop yang hanya beranggotakan 2-3 orang). Sesuaikan peralatan dengan desain yang dibuat. Beberapa peralatan standar meliputi: Roll pita pengukur tanah, alas kaki khusus agar tidak terdapat jejak kaki manusia, protaktor untuk mengukur sudut, laser pointer untuk membantu memberikan petunuj lokasi pada rekan satu tim, tali tambang yang kuat namun ringan, dan night google (optional).

Ketika di lapangan, gunakan pancang penanda (pastikan ini dihilangkan dan dihapus jejaknya seusai operasi) dan pasang secara akurat dengan menggunakan meteran proyek. Untuk meratakan padi/gandum ada banyak metode termasuk dengan roller atau secara tradisional diinjak dengan alas kaki buatan yang berkontur lebar dan tidak berbentuk alas kaki normal. Secara umum ada 2 tekhnik yakni plank flattening dan roller flattening.Hapus semua jejak, cabut semua pancang penanda/tali atau apapun. Untuk mengaburkan jejak dan membingungkan penonton, gunakan bahan bahan tambahan seperti serbuk logam atau barang barang tidak lazim lain untuk memberikan efek sisa radiasi UFO.

Tunggu sampai media meliputnya, anda bisa mempercepatnya dengan menghubungi salah satu media besar dan berpura-pura sebagai penduduk lokal.

Ilusi ketidakmungkinan

Kendati cukup mudah dibuktikan bahwa crop circle sebenarnya memang bisa dibuat manusia namun rumitnya pelaksanaan, besarnya usaha yang dikerahkan serta kegunaan yang nyaris ‘tidak ada’ membuat banyak orang merasa bahwa tidak mungkin hal ini sengaja dibuat oleh manusia yang kemudian menggiring mereka kepada penjelasan yang lebih bersifat supernatural atau bahkan mistik. Secara logika sederhana, banyak orang yang bertanya “siapa sih orang-orang yang cukup kurang kerjaan untuk merencanakan ini semua secara detail an matang, menempuh segala resiko dan ketidaknyamanan, untuk sebuah ‘karya’ yang bahkan tidak menunjukkan siapa pembuatnya?”  Namun pemikiran rasional yang lebih mendalam akan mampu menganalisa lebih cermat fakta-fakta di lapangan dan kesesuaiannya dengan pola pola yang muncul sebelumnya di lokasi lain untuk memperkirakan apa yang sebenarnya terjadi.

Para crop circle maker adalah para prankster yang melakukannya untuk kepuasan pribadi. Melakukan sesuatu yang memiliki nilai artistic tinggi dan susah dilaksanakan memiliki tantangan tersendiri disamping kehebohan yang diciptakannya kemudian. Resiko, kerumitan dan sedikit ‘melanggar’ hukum menambah sensasi dan adrenalin yang terpacu.

Keterlibatan penduduk lokal dalam perencanaan

Meskipun banyak terungkap bahwa kadang pembuatan crop circle kadang mendapat izin dan sepengetahuan pemilik tanah demi tujuan mencari sensasi, obyek pariwisata baru, bahkan uang. Kami dari IRiS tidak menemukan hal-hal yang mendukung unsur tersebut. Akan sangat susah bagi para pembuat crop circle ini untuk meyakinkan para petani agar mengizinkan mereka merusak tanaman siap panen mereka untuk tujuan yang belum jelass manfaat dan keuntungannya. Beberapa pertimbangan lain membuat kami berpendapat bahwa keterlibatan pemilik sawah ataupun penduduk sekitar memiliki kemungkinan yang sangat kecil. Suara helikopter yang diisukan terdengar ternyata tidak terkonfirmasi oleh penduduk lain yang membuat informasi tersebut menjadi tidak reliable. Bukit yang berlokasi di dekat lokasi merupakan syarat utama sebagai lokasi yang ideal karena memungkinkan keindahan pola karya tersebut bisa dipahaami dan dinikmati banyak orang. Mengingat ini merupakan pertama kalinya crop circle muncul di Yogyakarta (atau di indonesia?) diperkirakan pembuatnya masih amatir, ditunjukkan dengan flattening yang tidak sempurna di banyak bagian, tidak ditemukannya unsur-unsur tambahan seperti serbuk mesiu/ lelehan logam yang muncul pada crop circle yang lebih canggih di negara lain. Berdasarkan bukti-bukti lapangan dan penelusuran literatur sejauh ini menunjukkan bahwa Crop circle yang terjadi di Berbah, Sleman Yogyakarta tidak berbeda dengan crop circle buatan yang muncul di banyak negara-negara lain terutama Inggis dan benua eropa.

Kesimpulan

Merujuk pada fakta-fakta yang ditemukan di lapangan bahwa lokasi tersebut secara geografis memang sangat ideal untuk dijadikan kanvas pembuatan crop circle, akses jalan yang mudah namun sangat sepi (hanya ada 1 rumah di area tersebut), kontur tanah yang kering, jenis padi yang lebat dan sudah mulai mengering, cuaca yang mendukung, dan adanya bukit sebagai panggung pertunjukan, menggiring pada satu kesimpulan tunggal bahwa ini memang tak lebih dari karya manusia yang dilakukan secara sembunyi sembunyi dan tanpa izin.  

Disusun dan dilaporkan oleh

VirKill dan Vio

Indonesian Rasionalist Instiute (IRIs)

[fblike url="www.facebook.com/menjadi.rasional" style="box_count" float="true" showfaces="false" width="450" verb="Thumb" font="arial"]

2 Comments

  1. IRiS (Indonesian Rationalist Society) Sayang fotografer kita nggak ikut.
    25 January 2011 at 08:34 · Like
    Danu Casero sayang juga aku gaikut..woalah gaada yg kasih info.
    25 January 2011 at 09:19 · Like
    Efendi Wang ijin share ya bro ^^
    25 January 2011 at 09:24 · Like
    Tamam Ayatullah Malaka mantap analisisnya. Memang, sayang sekali tak ada potografernya..bisa menjadi penunjuk arah analisisnya..tapi emang mantep…masyarakat bisa berpikir dari ketimbang berimajinasi ke dunia antah berantah..
    25 January 2011 at 09:29 · Like
    Hendros Aquilani Santoso Sangat menarik utk ditunggu, apakah akan muncul crop circle” lain di Indonesia…
    ( Jadi pengen belajar, jadi crop circle maker.. hehe… )
    25 January 2011 at 09:30 · Like · 2
    IRiS (Indonesian Rationalist Society) silakan dishare……
    25 January 2011 at 09:31 · Like
    IRiS (Indonesian Rationalist Society) ‎@Danu
    Kemarin diumumin kok sama Alvian, makanya sering2 cek page IRiS. Heheh

    Lagipula kmren harus gerak cepat. Tujuannya nyari jejak kaki di area crop circle. Tapi susah, sudah banyak tercampur jejak kaki lain. Lagipula crop circle maker rata rata tau cara bergerak tanpa ninggalin jejak.
    25 January 2011 at 10:29 · Like
    Alvian Mahardhika kalo mau bikin, jgn di ladang tetangga ya! :-D
    25 January 2011 at 10:30 · Like
    Danu Casero ok siap…
    Biasanya alvian sms aku kok engga sms kmarin..hehehe
    25 January 2011 at 10:31 · Like
    Alvian Mahardhika aku wingi jg ndak ikut Dan……

    Besok baru balik ke jogja. Ni masih di tulungagung :-(
    25 January 2011 at 10:33 · Like
    Danu Casero wo ya….haha…kmu ALIEN ya mas??? Pindah” gak ada kabar…
    25 January 2011 at 10:35 · Like
    Gustomy Rachmad waaah mantabs tenan! Teman2 tolong tulisan ini ditag di teman2 lainnya…Tks
    25 January 2011 at 10:55 · Like
    Juan Lawrence IRiS, kamu keren banget!
    25 January 2011 at 11:03 · Like · 1
    IRiS (Indonesian Rationalist Society) Siap! Sudah disebar di blog, kaskus, kompasiana, dan banyak dicopy sama teman teman. Oiya, sudah dikirim ke teman di wartawan kompas juga.
    25 January 2011 at 11:04 · Like
    Hari Prabowo sangat menarik
    25 January 2011 at 12:54 · Like
    Iwan Binanto sip.sip … good job .. gak ada yg bawa HP berkamera to ..?
    25 January 2011 at 13:12 · Like
    Hendra Try Ardianto Salut buat kawan2 IRiS… mantabs dah…

    Komentar dikit boleh ya…:
    - simpulan ada keterlibatan penduduk lokal terlalu gegabah bro… karena pembuatan crop circle sangat mudah…pake alat sederhana sudah bisa…mnurutku yg di sleman cuma pake papan kayu yg ada tali trus di injak2 gtu aja….kalo anak seni (yg udah pnya style gambar dan akurasi hitungan) bikin gambar dalam skala besar sangat mudah…itu kata tmenku anak seni…
    - sbenarnya menarik di analisis adalah coment mistis pasca kejadian itu…mnurutku dari situ IRiS bisa masuk…ada wawancara2 TV yg bilang mndengar gemuruh, kilat2an, dsb…. di bahas secara sosiologis keren banget coment2 itu..apa lagi sebelumnya “Merapi Eruption” banyak sekali cerita2 bgtuan…mulai nyai roro kidul, mbah petruk, mbah juru taman, dsb… kapan2 aku pengen riset ttg mitologis masyarakat lereng gunung…sebelum ada geertz2 lain yg ngambil data itu…
    25 January 2011 at 13:30 · Like
    Viorentina Edgina ‎@VirKill : kmaren dah tak fto to? dah tok upload lom?
    25 January 2011 at 13:31 · Like
    Tamam Ayatullah Malaka saya menemukan link ini: http://www.studentmagz.com/2011/01/fakta-dibalik-jejak-ufo-di-sleman.html

    benar tidaknya, yah..saya belum tau
    25 January 2011 at 14:12 · Like
    IRiS (Indonesian Rationalist Society) ‎@vio
    Tolong upload dong. Mendadak error nih hp tadi pagi. Foto2 jelas padi rubuh ‘tidak sempurna’ ada di HP vio. Secara gegabah (dan fotografer profesional kita berhalangan) kita ga bawa kamera yang memadai. Tapi timing benar2 penting kmren. Kalau ditunda, jejak jejak bisa saja hilang.
    25 January 2011 at 14:31 · Like
    IRiS (Indonesian Rationalist Society) ‎@mas hendra
    Thanks mas. Ayo mas kajian mistiknya. Kita perlu menggalakkan tulisan tulisan lagi. Mommentnya pas.
    25 January 2011 at 14:32 · Like
    Dean Axel Ariestaufan Great Note ^_^
    26 January 2011 at 00:21 · Like
    Anton Cakrabirawa Oh jadi menurut “VirKill dan Vio” .. crop circle ini buatan manusia ya?

    Pinter amat ya orang2 desa bikin ginian ato mahasiswa yg lg libur semesteran iseng2 ngitung aljabar linier & diameter lingkaran. Wkwkwk.. =))

    Sebelum membuat artikel & bikin kesimpulan, ada baiknya review dulu pertanyaan berikut:

    - Apa yakin sudah mengumpulkan literatur tentang UFOLOGY & ET (Extra Terestrial)?
    - Tahukah Anda tentang SETI (Search for Extra Terrestrial Intelligence)?
    - Di artikel di atas disebutkan “data-data sebelumnya”, ini data 1 hari ato 1 minggu searching di Google?
    - Apa Anda pernah buka website NASA?

    Dan, satu hal lagi .. penyelidikan tentang UFO tdk lantas menjadi penyelidikan yg sifatnya mistik/supranatural. Itu anggapan yg tidak benar alias keliru.
    4 February 2011 at 11:44 · Like
    Perdana Akhmad Bin Ahmad emmm Pertanyaan cerdas (^_^) bung anton …. wah IRIS makin rame dan tentunya admin IRIS makin sibuk hehehehe
    4 February 2011 at 15:10 · Like
    IRiS (Indonesian Rationalist Society) ‎@ Anton :
    - tidak dibutuhkan kepintaran yang lebih untuk buat cropcircle, asal tahu caranya.
    - pertanyaan anda 1 dan 2, ttg UFOLOGY, ET dan SETI, tidak mau kami jawab. karena nanti terjebak dalam logical jumping, logika yang meloncat. dimana eksistensi fenomenanya saja masih diperdebatkan, bagaimana harus membangun teorinya???
    - Soal data : itu adalah data yang kami kumpulkan 4 tahun ini, dari seluruh jaringan komunitas skeptic di dunia, tentang fenomena circle crop yang sampai ahri ini tidak terbuktikan sebagai eksistensi UFO, dll. Data video dan investigas formal ada di kami, terutama dari joe nickel, karena fenomena crop circle belum pernah ada di indoensia
    -Sudah. bagaimana dengan anda?? Adakah yang aneh dari hasil riset kami?? Ufo setahu kami artinya “unidentified flying object”…lantas apa hubungannya dengan gambar2 di sawah???
    4 February 2011 at 17:05 · Like
    Anton Cakrabirawa ‎1/ Tahu caranya saja tidak cukup utk bikin circle sempurna. Silakan saja Anda kluar ke sawah, lalu Anda bikin circle berdiameter 1 meter dgn sempurna. Anda akan menyadari bahwa dsini ilmu matematik sangat berperan, selain hanya mengandalkan “alat sederhana” seperti yg Anda maksudkan.

    2/ Anda terkesan memandang sebelah mata dalam mengumpulkan data utk analisa. Seharusnya sbg org yg bijak, dlm melihat suatu persoalan, awalilah dgn netralitas. Mengedepankan rasionalitas boleh saja, tapi jgn mematikan rasa penasaran. Karena ilmuwan terdahulu bisa mengeluarkan pondasi teori dasar berawal dari rasa penasaran akan sesuatu hal.

    Mengumpulkan data harus “adil”, ambil data yg dari sana, ambil jg data yg dari sini. Membaca literatur tentang UFOLOGY & ET tidak akan membuat pikiran Anda jadi “teracuni” kok, justru akan membuka wawasan dan pengetahuan baru Anda. Tidaklah etis menyusun suatu artikel hanya berdasar referensi dari “sisi sebagian”.

    3/ Bagus kalo Anda sudah punya data dlm jumlah besar, smoga bukan data dari para UFO-skeptic saja yg Anda kumpulkan.

    4/ Begini, saya tanya apakah Anda sudah pernah buka website NASA, supaya Anda membuka pikiran bahwa ada analogi antara kehidupan luar angkasa dengan fenomena yg bnyk terjadi di bumi, misal crop circle, UFO sighting, dsb. Saya sendiri bila ada waktu, menyempatkan melihat2 foto luar angkasa hasil pencitraan dari satelit NASA.
    4 February 2011 at 17:34 · Like
    IRiS (Indonesian Rationalist Society) ‎@ anton :
    1/ pak anton, di tv sudah ditunjukkan contoh anak SD di kudus bisa membuatnya. Kami juga punya banyak dokumentasi dari para crop circle maker, tidak susah menurut kami. Sediakan sawah di daerah jogja, akan kami buat dalam waktu singkat dengan alat sederhana, yang lebih baik dari di sleman kalau mau kami buktikan.
    2/ teori ufology secara sengaja tidak kami pelajari, karena kami berpegang pada konsep pengethaun, bagaimana bisa berteori jika fenomenanya saja masih diperdebatkan? Jadi membangun teorinya menurut kami sia-sia.
    3/ setiap ilmu memiliki perspektif sendiri, toh kami hanya memberikan perspektif kemungkinan yang lebih rasional. Ditengah penjelasan teori2 konspirasi.
    4/diatas saya bilng “sudah”. saya bertanya, anda sudah belum?? tunjukkan statement NASA yang menyatakan bahwa crop circle adalah ulah alien. soal kemungkinan mahkluk luar angkasa, “masih kemungkinan”, itupun paling mungkin adalah bakteri.

    tambahan : UFO adalah “benda terbang tak dikenali”, bukan “benda terbang aneh”. Jadi kenapa harus berkesimpulan bahwa itu alien?? dibanyak riset ternyata itu sangat mungkin benda2 lain.
    4 February 2011 at 21:05 · Like
    Hari Prabowo masih memantau
    4 February 2011 at 21:27 · Like
    Anton Cakrabirawa ‎1/ Tentang teknis pembuatan, terimakasih, saya sendiri sudah melihatnya di YouTube tempo hari lalu. Tapi, yg saya maksudkan di sini adalah pembuatan crop circle dgn sempurna. Sempurna di sini diartikan, ambil contoh sawah segi empat dgn luas 4 meter persegi (panjang & lebar masing-masing 2 meter) yg ditanami padi siap panen. Lalu buatlah circle (lingkaran) dgn titik pusat lingkaran berada di tengah pusat segi empat tersebut. Saya ingin Anda bikin suatu circle dgn diameter cukup 1 meter saja. Dan dlm teknisnya, pastikan tdk ada tanaman satu batang pun yg patah baik di tengah atau pun di bagian pinggiran pematang sawah, juga jgn sampe ada satu pun bekas patokan/lubang (barangkali Anda memakai jangka ukuran besar atau batang kayu yg diikat tali). Kenapa saya berikan rule seperti ini, karena menurut sumber berita yg saya kumpulkan, tdk ada bekas patokan/lobang apapun di crop circle Sleman selain jejak kaki orang yg datang sebelum akhirnya diberi police line.

    Karena ini hanya perumpamaan, cukup imajinasikan saja secara 2D dlm pikiran Anda. Dan dlm realitasnya, tentu saja contoh seperti ini tdk mungkin dilakukan di sawah orang, bukan (?!) Saya tidak perlu menyediakan sebidang sawah/lahan utk Anda, justru Anda lah yg harus berusaha utk membuktikan statement sebelumnya :

    “- tidak dibutuhkan kepintaran yang lebih untuk buat cropcircle, asal tahu caranya.”

    Apabila Anda merasa berhasil mencobanya secara real, saya ingin Anda meng-upload pic tersebut di sini, supaya saya & publik yakin bahwa manusia pun bisa bikin crop circle dgn sempurna (sesuai rule di atas). Dan, sebaliknya, jika Anda merasa tdk mampu membuatnya, dgn segala hormat, saya minta Anda meng-anulir statement sebelumnya.

    2/ Saya justru ragu dgn konsep Anda tentang “pengetahuan”. Semua hal dari yg kecil sampe besar itu bisa disebut pengetahuan. Adanya pengetahuan lahir dari pemikiran. Dan manusia berpikir karena awalnya adalah rasa curious (penasaran) akan suatu hal.

    Berbicara soal fenomena, fenomena yg manakah yg Anda maksudkan di sini? fenomena UFO sighting kah, fenomena crop circle kah, ato fenomena lain? Tolong diperjelas.

    3/ Terlalu banyak hal yg Anda pilah2 demi “kerasionalan”

    4/ Silakan Anda baca lagi koment saya nomor 4 di atas dengan cermat “Saya sendiri bila ada waktu, menyempatkan melihat2 foto luar angkasa hasil pencitraan dari satelit NASA.” Saya rasa tidak perlu saya tulis “ya, saya pernah buka website NASA”.

    Memang, tidak ada 1 pun statement NASA yg menyebutkan bahwa crop circle adalah buatan UFO/alien. Tapi, dari beberapa sumber yg saya baca sebelumnya dari mantan CEO Lockheed Martin (salah satu perusahaan rekanan NASA), voice record astronot Neil Amstrong, dan beberapa orang terpercaya menyebutkan bahwa UFO memang ada. Dan, perlu Anda ingat, tdk lah mungkin dan hampir mustahil akan keluar pernyataan resmi dari pihak NASA yg menyebutkan “UFO really exists!”, karena alasan seperti security, integritas, conspiracy, dsb. Meskipun bisa jadi mereka punya secret file yg tdk akan di-expos ke publik. Baca juga penjelasan Texas Incident atau Area 51.

    Betul, makhluk hidup yg ditemukan di luar angkasa dikenal dgn istilah “alien”, entah itu bakteri ato renik lain ato mungkin sejenis makhluk dgn tinggi 1/2 meter (yg barangkali dgn karakteristik fisiknya, sehingga manusia tdk dapat melihat keberadaannya, who knows?!). Anda pernah baca dari sumber bawah UFO itu benda lain, tolong Anda sebutkan benda apakah itu? Saya tdk mengharapkan jawaban seperti “layang-layang, lampu kota, burung gagak, dan jawaban lain yg terkesan funny & tdk logis”.
    5 February 2011 at 01:06 · Like
    Haqiqie Suluh quote: “tdk ada bekas patokan/lobang apapun di crop circle Sleman selain jejak kaki orang yg datang sebelum akhirnya diberi police line”

    lho bukannya udah diberitain kalau ada lobang sebesar 4 cm sedalam hampir 30an cm :D (LAPAN tuh yang nyelidikin malahan) :D. Wah belum baca berita terbaru keknya (padahal dah lama).

    Crop circle mah kecil mas, yang hebat itu, bisa ngirim suara dan gambar bergerak cuma pake batang besi ma tombol tombol (smartphone via Video Call). Yang hebat itu bisa liat orang gerak gerak nendang bola dari seberang lautan (Liga Primere) langsung (selisih dalam hitungan detik), Itu lebih rumit, dan lebih lebih hebat dibanding crop circle :D

    Bedanya satu: crop circle jarang ada, kalau smartphone n tipi udah jadi bagian keseharian :D. Wis ragumun jawane!!! :D
    5 February 2011 at 06:33 · Like
    IRiS (Indonesian Rationalist Society) ‎@ anton :
    1/ seperti mas haqiqi bilang. data kami termasuk bocoran dari lapan ada jejak kaki dan bekas lobang ditengah lingkaran. Silahkan sediakan sawah di klaten (tempat anda) dengan senang hati kami akan buat dan publikasikan.
    2/ yup, maksud kami fenomena yang masih diperdebatkan eksistensinya
    3/jelas kami memilah. agar pendapat kami bisa diklarifikasi dan di klasifikasi. Bukan terburu berteori yang rumit2 namun tidak bisa diklarifikasi.
    4/ yup kamipun sudah jelaskan itu diatas. Kenapa kami tidak boleh mempercayai sesuatu yang belum di klarifikasi atas alasan apapun?? mengenai pertanyaan anda, mengapa anda tidak menjelaskan ke kami tapi justru menanyakan ke kami?
    5 February 2011 at 06:55 · Like
    Hari Prabowo haha, pada ngomongin alien ya, saya kok malah jadi punya pemikiran aneh tapi belum terbukti sih, jadi disini masih mungkin, pemikiran saya gini

    1. Ada orang yg ingin meyakinkan ke orang bahwa alien itu ada.
    2. orang itu buat crop circle
    3. banyak orang mendebatkanya
    4. dia masuk dalam perdebatan dan ngotot yg nglakuin itu alien

    Kita liat faktanya saja sekarang,

    1. ada sawah milik seseorang
    2. ada sebagian dari tanaman di sawah itu yg ambruk dan sbagian lagi masih berdiri,

    klo soal “ambruknya” tanaman (padi) itu membentuk suatu pola kan itu cuma penafsiran masing2 orang.

    pertanyaanya sekarang adalah
    1. Adakah orang merasa dirugikan atas “ambruknya sbagian tanaman padi di sawah itu?

    kalo jawabanya TIDAK, case closed

    Kalau jawabanya ADA
    berarti kan harus ada yang BERTANGGUNG JAWAB

    kita asumsikan yang melakukan adalah ALIEN, disini masalah akan menjadi repot, karena belum ada hukum untuk ALIEN. sampai disini kasus akan ditutup

    tapi kalau awal penyelidikan adalah asumsi yg melakukannya MANUSIA maka penyeldikan akan jauh lebih mudah daripada asumsi yg melakukan adalah ALIEN. yg notabene manusia juga bisa melakukan itu.

    Saya penasaran dengan kalimat “tdk ada bekas patokan/lobang apapun di crop circle Sleman selain jejak kaki orang yg datang sebelum akhirnya diberi police line” kalimat ini sangat bertentangan dengan fakta yg ditemukan tim LAPAN seperti yg sudah diberitakan.

    Pertanyaanya adalah apa manfaat untuk kita bila yang melakukan itu adalah manusia dan apa pula manfaat untuk kita bila yg melakukan itu adalah bukan manusia?
    5 February 2011 at 07:53 · Like
    Audia Surachmin kasihan yg punya sawah, tanamannya rusak, buang2 bahan makanan… gak peduli buatan manusia atau ‘alien’… :(
    5 February 2011 at 10:42 · Like
    IRiS (Indonesian Rationalist Society) ‎@ Hari : anda kok bisa berpikir out of the box ya??? hehe
    5 February 2011 at 11:10 · Like
    Anton Cakrabirawa ‎@ Haqiqie: Btw, trims atas info tambahannya. Utk koment Anda sesudahnya, saya anggap sebagai “intro”.

    @ Hari: Trims atas klarifikasinya.

    @IRIS:

    1/ Bicara soal LAPAN, tahukah Anda apa statement yg dikeluarkan oleh LAPAN sehari setelah penemuan crop circle itu? LAPAN menyatakan “crop circle buatan manusia dan kami tidak akan menerjunkan tim ke sana utk menelitinya”. Dari sini seharusnya mengundang anggapan bahwa LAPAN terlalu cepat dalam mengambil kesimpulan tanpa survey langsung ke TKP. Hal ini lantas memunculkan pertanyaan “dimana integritas LAPAN sebagai lembaga penerbangan & antariksa nasional, kenapa mengeluarkan pernyataan tanpa ada tanggung jawab?!” Perlu Anda ketahui juga, LAPAN ber-kiblat ke NASA.

    Mengenai informasi, lubang sebesar 4 cm, dgn kedalaman 30 an cm, saya meragukannya sebagai hasil investigasi yg valid meskipun itu benar adanya. Karena di media massa diberitakan :

    - Police line dipasang pada tanggal 25 Januari 2011 setelah banyak pengunjung datang dan utk alasan keamanan
    - LAPAN baru melakukan investigasi bersama kepolisian pada 25 Januari 2011 juga setelah mendapat tekanan publik atau entah kesadaran mereka sendiri utk survey ke lapangan

    Yg namanya TKP, pastilah mengundang publik sekitar TKP utk sekedar nonton/melihat TKP tersebut kan. Jadi, bukanlah tidak mungkin jejak kaki sekitar crop circle dan lobang tersebut di atas kemungkinan jejak/perbuatan para pengunjung yg iseng atau bisa jadi memang lubang yg sudah ada sebelumnya yg dibuat oleh petani.

    Utk urusan investigasi seperti ini, seharusnya kalau memang mau hasil yg benar-benar valid, libatkan juga PUSLABFOR POLRI dan juga BATAN utk meneliti bekas lubang tsb. Dgn teknis penentuan umur suatu material, bisa diketahui kandungan carbon-nya dan berapa lama unsur carbon tersebut ada di lubang tsb. Saya kira tim PUSLABFOR lebih mengetahui tentang teknis seperti ini.

    - Tanggapan utk pernyataan Anda yg berulang :

    “Silahkan sediakan sawah di klaten (tempat anda) dengan senang hati kami akan buat dan publikasikan.”

    Sudahkah Anda membaca dengan cermat komentar saya nomor 1 di atas sebelumnya? Lagipula apa urgensinya saya harus menyediakan sawah/lahan utk “kelinci percobaan” Anda, ini kan artikel Anda dan seyogyanya setiap artikel harus disertakan referensi/sumber-nya. Artikel apapun itu apabila tidak didukung dengan bukti nyata, maka bisa disebut “artikel yg tidak bertanggung jawab”. Sama seperti pernyataan LAPAN yg irresponsible sehari setelah temuan crop circle. Bukankah hal itu seharusnya mudah, semudah Anda mengatakan statement ini:

    “- tidak dibutuhkan kepintaran yang lebih untuk buat cropcircle, asal tahu caranya.”

    2/ “fenomena yg masih diperdebatkan eksistensinya” terkesan masih general. Apa pertanyaan saya kurang jelas “fenomena mana yg Anda maksudkan?”

    3/ Namun, perlu Anda ingat juga pemilahan data yg terlalu extrim justru pada akhirnya akan mempersempit cara pandang Anda terhadap suatu persoalan. Bukankah konsep “rasional” adalah memandang sesuatu secara global(?).

    4/ Saya ingatkan lagi kepada Anda utk membaca koment Anda sebelumnya:

    “tambahan : UFO adalah “benda terbang tak dikenali”, bukan “benda terbang aneh”. Jadi kenapa harus berkesimpulan bahwa itu alien?? dibanyak riset ternyata itu sangat mungkin benda2 lain.”

    Bandingkan dgn koment Anda :

    “Kenapa kami tidak boleh mempercayai sesuatu yang belum di klarifikasi atas alasan apapun?? mengenai pertanyaan anda, mengapa anda tidak menjelaskan ke kami tapi justru menanyakan ke kami?”

    Apa urgensinya saya harus menjawab pertanyaan yg merupakan komentar Anda sendiri?! Yang saya tanyakan adalah “bila itu memang benda lain, benda apakah itu?” Apabila Anda tidak dapat menjawabnya dan malah melempar balik pertanyaan tsb ke saya, berarti koment Anda tdk dapat dipertanggungjawabkan!
    5 February 2011 at 15:27 · Like
    IRiS (Indonesian Rationalist Society) ‎@ pak anton yang terhormat, sekedar tambahan informasi:
    1/ Lapan rencananya memang tidak kesana, namun karena meresahkan publik pada akhirnya kelapangan. Malam habis magrib setelah kelapangan, diumumkan bahwa ada bukti itu buatan manusia
    2/…bukanya sudah jelas maksud kami. fenomena bahwa crop circle di buat oleh alien. bukankah ini fenomena yang masih diperdebatkan benar atau tidaknya, karena tidak ada cukup bukti.
    3/ itu pilihan cara berpikir bapak, dalam ilmu disebut perspektif keilmuan. kami paham resikonya pilihan itu, demi kejelasan posisi berpikir. Toh, dari awal kami memberikan pembanding di tengah penjelasan2 teori konspiratif ala ufology
    4/ itu pertanyaan retorik bapak. statemen kami tidak bertentangan kalau kami sederhanakan, karena benda terbang tak dikenali, maka tidak harus dibaca oleh analisa ala alien, dsb. karena itu tak bisa diklarifikasi.

    ada yang perlu di klarifikasi bapak?
    5 February 2011 at 23:15 · Like
    IRiS (Indonesian Rationalist Society) ‎@ pak anton :
    kalau anda merasa bahwa perdebatan kita hanya tentang perdebatan keyakinan, cara keilmuan, mungkin kita tidak perlu bersepakat bapak.Kita dapat jalan dengan perspektif kita masing-masing, dan biarkan waktu yang membuktikan siapa yang lebih akurat.

    kecuali, bapak membawa bukti empiris yang bisa diklarifikasi bersama.
    5 February 2011 at 23:18 · Like
    Hari Prabowo ‎@Pak Anton, boleh tau apa yang seharusnya kami lakukan bila memang yang bertanggung jawab atas “ambrukknya” tanaman padi, di sawah, suatu tempat di daerah Sleman itu adalah perbuatan Alien atau UFO?

    Kayaknya disini boleh mengeluarkan pendapat sbebas mungkin ya?
    ikutan ah,

    ada beberapa pertanyaan?

    1. Bagaimana bila yang melakukan itu adalah tikus yg telah bermutasi?
    2. Bagaimana bila yang melakukan itu adalah tanaman padi itu sendiri yang bermutasi?
    dan masih akan banyak teori, yg akan muncul tergantung perspektif masing2, dan akan banyak pembantahan fakta bila memang fakta itu tidak mendukung teori nya, atau pun melimpahkan ke pihak lain yg bertanggung jawab atas fakta yang tidak mendukung, ato malah berteori yg tdk logis “pokok e teoriku paling bener”
    7 February 2011 at 07:50 · Like
    Alvian Mahardhika Menurut perspektif saya, yg membuat circle crop adalah

    SILVER SURFER!
    :-)
    7 February 2011 at 23:31 · Like
    Arif VirKill Yulian Pada akhirnya memang orang akan mengambil sendiri kesimpulan yang INGIN mereka percaya, termasuk Pak Anton ini. Jika ini buatan manusia tentu akan menjadi TIDAK SERU, maka orang orang slelau mencari pembenaran dan celah untuk mebgatakan ‘mungkin saja’ ini fenomena UFO, radiasi kosmik, atau apapun yang lebih ‘luar biasa’ daripada sekedar kerjaan orang orang pencinta seni yang memang kadang gemar sedikit melanggar aturan.

    Sederhananya, kami mengambil kesimpulan tersebut karena banyaknya bukti yang mendukung ke arah kesimpulan tersebut, berdasarkan data data yang sudah terlebih dulu ada. Bukan sekedar Teori yang bahkan tidak bisa diuji.

    Percayalah apa yang ingin ada percayai, kami hanya segelintir orang orang yang peduli cara mencari ‘kebenaran’ dengan cara yang lebih bisa dipertanggungjawabkan. Bukan imajinatif.
    8 February 2011 at 00:15 · Like
    Ferdinand Bedahplastikku Jin iprit yang buat…..menurut penerawanangan saya loh…
    9 February 2011 at 14:07 · Like
    Anton Cakrabirawa ‎@Iris: Sepertinya tidak ada yg perlu diklarifikasi lebih lanjut. Seperti yg Anda tulis di komentar sebelumnya bahwa memang cara pandang kita, antara Anda dan saya berbeda. Di komentar saya sebelumnya, saya tidak pernah lugas mengatakan bahwa crop circle adalah buatan unknown creature/UFO. Saya hanya ingin mengomentari bahwa artikel ini (yg menjelaskan fenomena crop circle adalah buatan manusia) adalah sama sekali analisa yg kurang benar. Betapapun bukti-bukti empiris/real yang Anda tuliskan di sini, tetaplah tidak bisa mendukung sepenuhnya bahwa crop circle Sleman adalah human-made. “It’s just too hard to believe that it was a human-made”.

    @ Hari:

    1/ Bila memang crop circle buatan UFO, maka jawab saya adalah kita boleh melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. Saya hanya ingin publik sekalian berpikir bahwa ada fenomena di dunia ini yang terjadi di luar kendali manusia. Bisa saja itu karena fenomena alam atau bisa jadi karena ada “campur tangan” dari “unknown creature/UFO” di luar sana.

    2/ Tikus yang bermutasi?? Karena saya bukan ahli nuklir/kimia, maka saya hanya akan berbicara sedikit mengenai hal ini. Seperti kita tahu, proses mutasi adalah perubahan yang terjadi pada genetika (DNA/RNA). Dan tidak ada makhluk hidup yang mengalami mutasi tanpa adanya pembangkit. Mutasi di alam dapat terjadi akibat zat pembangkit mutasi (mutagen, termasuk karsinogen), radiasi surya maupun radioaktif, serta loncatan energi listrik seperti petir. Di sumber berita diperoleh informasi bahwa ahli BATAN tidak menemukan adanya bekas zat radioaktif di sekitar crop circle tersebut. Juga, perlu dicatat proses mutasi tidak selalu berujung pada “kesempurnaan” dari mutan (makhluk yg bermutasi), bisa saja malah menjadi cacat/kerusakan sel. Dan, terlalu sempurna untuk seekor tikus yg mengalami proses mutasi secara tiba-tiba membuat pola crop circle dengan sangat geometris. Jadi, saya rasa terlalu jauh untuk berpikir ke arah sana. [case closed]

    3/ Padi yang bermutasi? Sangat jauh untuk berpikir ke sana. [case closed]

    @Arif: Menyampaikan sanggahan terhadap artikel ini bahwa fenomena crop circle adalah buatan manusia termasuk hal yang wajar. Orang dipersilakan untuk berpikir dan menganalisa tentang sesuatu fenomena, untuk selanjutnya membuat kesimpulan. Saya tidak mengatakan bahwa apabila crop circle itu buatan manusia kemudian menjadi tidak heboh. Apa untungnya saya membuat heboh suatu fenomena?? Saya berpikir secara ilmiah, sama seperti Anda dengan konsep rasionalism-nya.
    11 February 2011 at 04:34 · Like
    Gustomy Rachmad ‎@ anton : hehe…kalau UFO masih ada kemungkinan (apapun teorinya), kalau tikus mutasi (seperti splinter-gurunya kura2 ninja) kok tidak mungkin?? logika yang aneh
    13 February 2011 at 15:51 · Like
    Retno Sriwahyuni kayaknya designnya gak serumit yang di inggris yah, tp cukup mencengangkan, dan pelakunya kayaknya masih belum tertangkap2 juga. sangat menarik sekali jika pelakunya sudah didapatkan dan diminta kesaksian gimana cara membuatnya. benar2 misterius yah..
    10 April 2011 at 14:09 · Like

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *