Pengujian Aktivasi Otak Tengah (IRiS vs Gensol)

Fenomena Aktivasi Otak Tengah telah sampai pada taraf yang mengkhawatirkan. Sebuah lembaga menawarkan puluhan manfaat luar biasa dari pelatihan singkat bertarif jutaan termasuk sesuatu yang selalu mereka banggakan: kemampuan amembaca dengan mata tertutup (kendati selalu dipungkiri sebagai bonus semata). Dan pada akhirnya kami berpendapat bahwa ini bukan lagi dalam tataran harmless nonsense tapi sudah mulai menjadi dangerous delution. Jika aktivasi otak tengah memang mampu membuktikan apa yang mereka tawarkan, sudah saatnya ini menjadi revolusi sains dan penemuan yang bisa mengubah dunia. Namun apa yang kami temukan semakin memperkuat dugaan bahwa Aktivasi otak tengah hanyalah delusi massal (jika tidak bisa dikatakan sebagai penipuan beromset ratusan juta). Apapun itu, kebenaran harus segera diungkap. Saatnya IRiS turun tangan.

Bermula dari postingan saya di kaskus yang menawarkan 3,5 juta untuk siapapun anak hasil AOT yang bisa membaca dengan mata tertutup, pada akhirnya ada lembaga yang cukup percaya diri (atau cukup bodoh dan ignorance?) untuk menjawab tantangan tersebut. Kendati demikian cukup aneh ketika sayembara (yang sempat mencapai nilai ratusan juta karena ada donatur yang menawarkan toyota avanza) yang dibuka sejak 10 juli 2009 dan ditutup pada 10 oktober 2009 baru dijawab oleh salah satu lembaga baru pada pertengahan november. Sementara itu ada ratusan siswa yang tercatat di Musium Rekor Indonesia sebagai pemecah rekor bersepeda dengan mata tertutup terbanyak di indonesia (dan di dunia tentu saja). Diantara ratusan siswa itu tidak adakah yang tertarik dengan uang puluhan juta?

Pada 1 januari 2011 kemarin akhirnya terselenggara pengujian resmi yang mempertemukan salah satu lembaga midbrain activation (Genius Solution/Gensol) dengan IRiS (Indonesian Rasionalis Society) serta tamu undangan dari Universitas de Liom France. Sebelumnya telah disepakati oleh kedua belah pihak bahwa pengujian akan berlangsung fair dengan satu tujuan: membuktikan kemampuan membaca dengan mata tertutup. Alat yang digunakan dan dipasang  haruslah disetujui oleh kedua belah pihak.

Pengujian pertama dilakukan kepada salah satu siswa. Dengan memasangkan penutup mata yang layak (anti celah) dan mengujinya dengan menyuruhnya membaca kalimat singkat : ADIK MEMBANTU IBU. Setelah berkutat selama 10 menit, subjek menyerah dan menyebutkan kata yang salah. Pihak Gensol segera mengajukan subjek kedua untuk diuji. Setelah memasangkan penutup mata anti celah subjek diminta untuk membaca sebuah kertas bertuliskan DIKA BERMAIN KECAPI. Setelah berkutat selama 7 menit tanpa hasil pihak Gensol meminta break untuk aktivasi ulang selama 10 menit. Dalam kenyataannya, break 10 menit yang diminta terpaksa diperpanjang hingga setengah jam. Pengujian ketiga pada subjek kedua gagal setelah subjek menyebutkan GENSOL CERDAS INDONESIA untuk secarik kertas yang sesungguhnya bertuliskan KANCIL MENCURI APEL.

Kedua pihak sepakat bahwa Pembuktian berakhir dengan kesimpulan bahwa kedua subjek tidak terbukti mampu membaca dengan mata tertutup. Tentu saja masing masing memiliki jawaban versinya sendiri. Gensol mencoba menyalahkan situasi yang kurang kondusif untuk pengujian karena banyaknya penonton dan membuat subejk nervous meskipun sebelumnya mengakui bahwa subjek telah berpengalaman dalam demo serupa di tempat lain.

Penjelasan dari versi kami tentu memperkuat fakta yang kami percaya bahwa selama ini fenomena aktivasi otak tengah tidak lebih dari delusi massal yang terjadi antara trainer dan siswa serta kebohongan massal dari siswa atas tekanan psikologis (indirect) yang tercipta pada lingkungan aktivasi otak tengah. Siswa yang tidak ingin disebut tidak berbakat dan berbeda secara negatif dengan siswa lain akan terpaksa berbohong dan berpura pura memiliki kemampuan membaca dengan mata tertutup dengan memanfaatkan celah penutup mata yang hampir selalu ada pada penutup mata kebanyakan yang digunakan dalam demo semacam itu. Disisi lain para trainer dan orang tua yang beranggapan bahwa ratusan/ribuan anak tak mungkin berbohong mencoba mencari jawaban dengan menghubungkan dengan kekuatan kekuatan pseudo seperti otak tengah, getaran, tenaga dalam, chi, dan lain sebagainya.

 IRiS tentu masih membuka lebar kesempatan bagi siapapun yang ingin melakuukan pengujian resmi untuk membuktikan ada tidaknya orang di dunia ini yang memiliki kemampuan membaca dengan mata tertutup. Segala prosedur pengujian akan dibahas sebelumnya dan tidak akan diselenggarakan tanpa adanya kesepakatan darii kedua belah pihak.

 For us, the most important thing is…the truth.

VirKill

On behalf of

Indonesian Rasionalis Society (IRIs)

 

One Comment

  1. IRiS (Indonesian Rationalist Society) kita berharap ada lagi orang2/ lembaga2 yg bersedia dites seperti gensol di atas……
    Tidak hanya yg mengatasnamakan otak tengah, tp siapapun yg mengaku/ mengklaim bisa melakukan hal2 yg dianggap di luar nalar
    3 January 2011 at 22:16 · Like · 1
    Tamam Ayatullah Malaka Wow,mantap bro.Ini baru gaul plus keren asli.
    Memang hrs ada logika pembanding,agar rakyat semakin tercerahkan.SALUT.
    4 January 2011 at 00:08 via Mobile · Like
    IRiS (Indonesian Rationalist Society) Mas tamam punya rekomendasi siapa2 saja yg mau kita test?
    4 January 2011 at 00:17 · Like
    Hendros Aquilani Santoso hm…
    apakah cuma yg mengaku bisa membaca dg mata tertuup saja yg dicari….
    4 January 2011 at 09:45 · Like
    IRiS (Indonesian Rationalist Society) ‎@hendros
    Tentu tidak mas hendros. Saat ini salah satu fokus kita adalah aot. Dari sekian banyak klaim mereka, membaca dengan mata tertutup adalah yg paling mudah di test dan memiliki tolok ukur jelas. Tentu misi kita bukan hanya sekedar pembuktian mata tertutup.
    4 January 2011 at 10:21 via Mobile · Like
    IRiS (Indonesian Rationalist Society) kami dg senang hati mau menguji apapun yg berkenaan dg klaim2 yg berhubungan dg hal2 ghaib, supranatural, tenaga dalam, dan apapun itu yg dianggap extraordinary…… :-)
    4 January 2011 at 10:36 · Like · 2
    Hendros Aquilani Santoso sebenarnya ingin sekali saya bisa lgsug berdiskusi atau sekedar berkonsultasi, krn kebetulan banyak rekan2 saya yg percaya dan terus mensugestikan pikiran saya ttg hal2 spt itu. spt: tenaga dalam (utk pnyembuhan misalnya),indra ke enam, rogosukmo, dll. (kebetulan saya jg ikut sbuah aliran beladiri)..
    4 January 2011 at 10:40 · Like
    IRiS (Indonesian Rationalist Society) kebetulan beberapa kawan di IRiS dulunya jg praktisi di dunia “ghoib”…… (termasuk presidenya ssssst….hehehee)
    Jadi kami bisa menjelaskan semua fenomena di atas dg sudut pandang yg lebih mencerahkan…..
    4 January 2011 at 11:16 · Like · 1
    Hendros Aquilani Santoso oke… semoga nanti saya bisa lebih dicerahkan dg bergabung di grup ini. terima kasih,sebelumnya…
    (presidennya “mantan dukun” kah…. :-o hehehe..)
    4 January 2011 at 11:19 · Like · 1
    Tamam Ayatullah Malaka wah, maksudnya khusus ttg aot?
    saya pribadi lebih banyak menyimak melalui surat kabar ttg fenomena itu :)
    ada rasa penasaran sih, soale kok spektakuler sekali, sampe bikin terheran2 sendiri. Masalahnya, sepengetahuan saya, di dunia sains dan psikologi sendiri, saya baru ketemu ama otak kiri, otak kanan (Daniel Goleman), sama otak spritual (dalam SQ Marah Marchall)…
    selain di atas, saya belum menemukan referensinya yang valid tentang data dan penelitiannya yang rigid.Jadi, keren juga acara YG digagas IRIS itu. Karena saya masih penasaran sumber penelitiannya di mana.. :/
    4 January 2011 at 13:10 · Like
    Tamam Ayatullah Malaka aduh,kok saya selalu salah kutip nama sih. Bukan Marah Marchall, tapi Danah Zohar dan Ian Marshall.
    walah, walah..
    4 January 2011 at 13:51 · Like
    IRiS (Indonesian Rationalist Society) bukan hanya AOT mas tamam….. spt yg disebutkan di atas
    4 January 2011 at 16:44 · Like
    IRiS (Indonesian Rationalist Society) salah satu pejuang baru IRiS sedang menerbitkan buku yang mengulas habis tentang otak tengah termasuk bagaimana delusi ini bisa bekerja secara massal tanpa tersentuh hukum.
    4 January 2011 at 17:15 · Like · 3
    Tamam Ayatullah Malaka wah, saya menunggu itu
    4 January 2011 at 18:07 · Like
    Hendros Aquilani Santoso idem…
    5 January 2011 at 09:22 · Like
    Payz Thexmagic nais,like this, dokumentasi nya jgn lupa
    5 January 2011 at 12:42 · Like
    Gustomy Rachmad Dokumentasi sudah ada. masih mau dikumpulkan dan di edit. Semoga annti ada acara pameran hasil riset2 IRiS. mantabs kan…?
    8 January 2011 at 10:48 · Like
    Audia Surachmin ada yg mengklaim juga mengenai baca buku 1 Halaman 1 Detik, bukunya dijual di gramedia… sepertinya juga sama anehnya dgn aot
    5 February 2011 at 10:53 · Like
    Selamet Syahril temen temen MP kayanya minat tuh Mas, ikut uji seperti ini, apalagi ada foto MP di Buku Membokar Otak Tengah-nya Pak Arif, gimana?
    11 February 2011 at 16:28 · Like
    Ade Agung Rachmadi Alangkah lebih baik, membantu tuna netra untuk membaca+melihat.
    Bukan malah jadi membutakan mata yang bisa melihat+membaca.
    18 February 2011 at 08:47 · Like
    Julia Maria van Tiel hehe..buang2 waktu aja tuh…
    9 March 2011 at 22:29 · Like
    Irvan Arya Yang lebih menarik, kami dari praktisi hypnotherapy di minta untuk bantuin menangani problem pengajaran di internal lembaga seperti GMC mungkin sudah mentok dan kehabisan alasan dan ilmu kali, kalau dikota kami namanya GMP (Genius Mind Programming) dan kayanya dah banyak tuh orang tua yang terlanjur mengikutsertakan anaknya untuk program tersebut.
    Entah apakah itu berarti secara tidak langsung mereka sendiri justru mulai meragukan metode yang mereka lakoni. Kalau kita sih asyik-asyik aja untuk bantu yang penting “enak dilidah” dan “enak dikantong” hehehehe. Dan mereka setidaknya menyadari kekeliruan tentang konsep genius.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *