Kosmos by Carl Sagan

Kosmos by Carl Sagan

 

Details

Judul Asli: Cosmos
Penulis: Carl Sagan
Penerjemah: Bambang Hidayat, Djuhana Widjajakusumah, dan S. Maimoen
Cetakan: April 1997
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia
Tebal: 458, 494 (dengan lampiran, indeks, dan daftar pustaka)
Harga :…???

Reviews

“Alam tidak mengungkapkan rahasianya sekaligus.”

Buku favorit saya yang dikenalkan oleh seorang kawan. Saya mendapatkan buku ini di stand Penerbit Yayasan Obor Indonesia, di antara tumpukan buku obral. Hanya satu dan kondisi menyedihkan. Kertasnya kusam dan beberapa lembar kertas lengket, kalaupun memaksa dibuka maka ada bagian yang ikut tersobek.

Satu-satunya kesulitan adalah ketika saya membacanya. Selain tidak berani di atas kasur saya kadang menggunakan masker. Duh, sengsara memang. Alhamdulillah tahun berikutnya, di stand yang sama ada dua buku Kosmos. Salah satunya dalam kondisi yang jauh lebih baik. Tentu saja saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini :)

Buku ini berisi 13 bab. Bercerita tentang asal mula alam semesta, kelahiran dan kematian bintang, benda-benda antariksa, miliaran galaksi dengan miliaran bintang serta planet di dalamnya. Ada juga upaya dan penjelajahan yang telah dilakukan manusia untuk memahami alam semesta.

Kosmos ialah semua yang atau selalu pernah atau selalu akan ada (halaman 2). Apa yang khas dari kosmos? Dingin, kosong dan malam yang begitu abadi.

Sejak dahulu nenek moyang kita ingin sekali memahami dunia. Namun mereka tidak tahu caranya. Mereka membayangkan alam semesta yang kecil, aneh, teratur dan ada tenaga dominan di dalamnya, yaitu dewa. Saat ini kita telah menemukan cara yang hebat dan bagus untuk memahami alam semesta, yaitu dengan melalui sains atau ilmu pengetahuan. Sains menemukan bahwa alam semesta mempunyai kemegahan yang mengejutkan dan menggairahkan, dan kegairahan itu semakin bertambah menyadari bahwa diri kita pun bagian dari kosmos, lahir darinya dan nasib kita berhubungan erat sekali dengannya.

Sains tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Demi kelangsungan hidup kita harus memahami sains. Dan berbicara sains tidak dapat dibahas tanpa mengacu, kadang-kadang, pada persoalan sosial, politik, agama, dan filsafat.

Buku ini dasarnya adalah buku ilmu pengetahuan. Tapi percayalah buku ini dikemas dengan gaya bahasa yang berbeda. Membacanya seperti menciptakan imajinasi dalam ruang kecil di benak kita. Memesona. Mengutip kata pengantar yang ada dalam buku ini:

“.. dengan gaya bahasa khas, sekali lagi kita melihat bahwa ilmu pengetahuan dapat dan harus menjadi santapan nikmat masyarakat luas. Kompleksitas ilmu pengetahuan harus dapat diurai dengan kekayaan bahasa wacana. Dia mengajak dan mendidik kita melihat tempat dan arah evolusi jasad serba hidup dan mati dalam skala kosmik, tanpa mendahului kehendak-Nya.”

Tidak hanya bagus tapi buku ini begitu menyentuh. Seperti dikutipkan dalam buku ini: “”Penjelajahan ke Kosmos adalah perjalanan menapak tilas menemui diri sendiri,” Dan ilmu pengetahuan adalah kendaraannya.

Benar adanya manusia selalu rindu untuk kembali ke tempatnya bermula.

Sumver review : http://buku.enggar.net/

 

Posted in:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *