F.A.Q

F.A.Q (frequently asked questions)

tentang IRiS


Apakah itu IRIS?

IRIS adalah lembaga dan komunitas non-profit yang bergerak pada promosi penalaran kritis dan ilmiah, khususnya dalam menghadapi fenomena supranatural dan pseudoscience. Kami menawarkan perspektif ilmiah dalam membahas suatu fenomena yang secara mainstream dianggap sebagai fenomena supranatural. Sebagai komunitas, IRiS beranggotakan banyak orang dari berbagai kalangan dan keahlian, mulai dari bidang kedokteran, ilmu sosiadan sejenisnya. IRiS tidak mengklaim sebagai penyaji kebenaran namun sebagai pemberi alternatif penjelasan yang lebih masuk akal, bertumpu pada pembuktian empiris, dan menekankan pada prinsip prinsip ilmiah.

Bagaimana sejarah terbentuknya IRIS?

Benih-benih IRIS sebagai komunitas (awalnya masih tanpa nama, sekelompok mahasiwa penggemar mistik di Yogya) sebenarnya sudah ada sejak tahun 2004, dimana kegiatan awalnya lebih terobsesi menemukan otentitas dari klaim supranatural. Konteks historis waktu itu adalah banyaknya klaim supernatural atau fenomena mistik yang ternyata adalah palsu, sehingga muncul keinginan yang kuat untuk menemukan klaim supernatural yang asli. Setelah mencari-cari pembuktian dari beragam klaim, seiring dengan waktu dan pengalaman perspektif ‘orisinalitas supranatural’ mulai luntur dalam komunitas ini, yang justru melahirkan sintesis baru bahwa ‘supranatural sebenarnya tidak ada’.

Pada 2006, cikal bakal IRIS mulai terbentuk dengan berdirinya ISS (Indonesian Skeptic Society) di Yogyakarta yang jelas memposisikan diri skeptik dengan segala klaim supranatural. Pada perjalanannya, ISS banyak melakukan tes dan uji bukti terhadap klaim-klaim supranatural, yang sampai hari ini belum satupun terbuktikan. Meski saat itu investigasi dan pengujian masih dilakukan secara tertutup dan tidak seserius organisasi investigasi klaim supranatural diluar negeri (misalnya James Randi atau CSI-COP), namun resistensi dan serangan balik muncul terhadap organisasi ini. Karena aktivitas ISS banyak menganggu mereka yang mencari keuntungan dengan bersandar pada klaim supranatural, sehingga muncul tuduhan, ancaman bahkan teror.

Pada akhirnya muncul pemikiran untuk lebih serius menanggapi klaim supranatural ini, sehingga akhir ISS (Indonesian Skeptic Society) berubah nama dan memperluas jaringan dengan nama IRIS (Indonesian Rationalist Society). Perubahan nama ini tentu bukan tanpa alasan, karena paling tidak ada 2 alasan yang melatarbelakanginya. Pertama, istilah ‘skeptik’ dalam konteks kebahasaan Indonesia masih sangat indentik dengan kata ‘atheis’, lebih parah lagi istilah atheis sering dihubungkan dengan PKI, padahal semuanya tidak ada hubungan secara semantik. Sedangkan dalam retorika perdebatan istilah-istilah agama dan klaim supranaturalnya sering di digunakan secara sewenang-wenang oleh para pengklaim supranatural, seringkali jika terpojok kemudian berakhir pada tuduhan ‘antek PKI’. Hal ini tentu sangat merugikan tujuan utama lembaga ini. Kedua, nama ISS di beberapa kalangan terlanjur dikenal sebagai gerakan radikal anti klenik, sehingga perlu ada branding baru. Namun perubahan tujuan terpenting justru berangkat dari kenyataan bahwa pemikiran klenik dan anti pengetahuan sangat merugikan masyarakat.

Maka pada akhir 2007, IRIS (Indonesian Rationalist Society) terbentuk dengan nama baru dan jaringan anggota baru yang terbentuk di berbagai wilayah. Persebaran ide nalar kritis (critical thinking) semakin tersebar melalui media mailinglist Hypnosis_Indonesia@yahoogroups.com dan kemudian sepakat membentuk forum di www.alambawahsadar.com. Dari sinilah kemudian IRIS melakukan riset lebih serius dengan klaim-klaim supranatural, meskipun sempat terhenti karena kesibukan masing-masing anggota. Saat ini IRIS mulai program riset dan publikasi secara serius, dengan bantuan masing-masing kerja jaringan diberbagai regional dan didukung oleh donatur yang memiliki semangat ide yang sama.

Apa tujuan IRIS?

IRiS merupakan ajang eksplorasi pengetahuan bagi masing masing anggotanya dan juga membagi pengetahuan lewat berbagai media yang dapat kita capai. Kami ingin mengkampanyekan semangat berpikir kritis dan ilmiah dalam menghadapi banyak klaim klaim supranatural, money game, pseudoscience, dan banyak hal yang berkembang di masyarakat. Hingga saat ini masyarakat di indonesia terlalu mudah tertipu, dan tergiring isu tanpa adanya suatu pihak/lembaga yang secara aktif mengkritisi klaim klaim dan berita yang berkembang di masyarakat, terutama seputar fenomena sosial yang berkaitan dengan dunia supranatural. IRiS tidak mengklaim memberikan penjelasan yang paling benar. Kehadiran IRIS hanya sekedar memberikan pilihan bahwa ‘ada penjelasan lain yang berbasiskan pemikiran rasional dan penalaran kritis’, ditengah dominasi penjelasan mistik dari klaim-klaim supranatural. Realitas yang dibangun oleh media dengan gencarnya publikasi-publikasi mistis, disatu sisi yang lain memaksa IRIS untuk hadir karena melihat dampak negatif dari pemberitaan itu terhadap realitas sosial, ekonomi dan politik. Meski demikian, sekali lagi IRIS tidak sedang menawarkan kebenaran baru, namun justru merayakan penjelasan-penjelasan ilmiah ditengah hegemoni wacana mistis.

Apakah mungkin IRIS mampu merasionalisasi semua hal, bukankah otak itu terbatas?

Betul sekali, justru oleh karena itu kita berkeyakinan bahwa otak jangan dibatasi. Justru pertanyaannya, apakah semua klaim supranatural itu tidak bisa di uji kebenarannya? Padahal mereka para pengklaim mengambil keuntungan baik ekonomi, politik maupun sosial dari klaim itu. Apakah kita menjadi anti ilmu pengetahuan (anti-science) dan menerima mentah-mentah (taken for granted) klaim-klaim supranatural, tanpa memiliki keinginan untuk mencari faktanya atau klarifikasi. Justru disinilah pentingnnya Ilmu pengetahuan (science) digunakan, karena science memiliki ruang untuk diklarifikasi, diverifikasi, diduplikasi dan dikritik bahkan direvisi dengan teori baru.

Bagaimana pendapat IRIS tentang agama, khususnya terkait keyakinan mistik?

IRIS menganggap bahwa tidak ada pertentangan antara agama dan ilmu pengetahuan, namun harus diakui bahwa dengan mengatasnamakan agama seringkali untuk menjustifikasi argumennya. Anggota IRIS tidak hanya didominasi satu kepercayaan/keyakinan, baik agama maupun kepercayaan, atau bahkan agnostik dan atheis, namun disatukan oleh satu semangat yang sama, semangat rasionalitas yang mencerahkan. Oleh karena itu, IRIS tidak akan menguji dimensi religiusitas, karena sifat religiusitas yang sangat personal sehingga banyak bagian dari religiusitas yang tidak mungkin diujikan. Agama apapun akan meyakini bahwa eksistensi Tuhan tidak dapat di uji, kamipun meyakini hal yang sama, meski mugkin dengan argumen yang berbeda. Apalagi ada banyak agama, bahkan dalam agama juga terpilah dalam aliran yang berbeda-beda, itupun seringkali masih terpilah dalam organisasi agama yang berbeda. Begitu juga dengan keyakinan lokal (atau dering disebut kearifan lokal) seperti mitos/cerita lokal, kami tidak memiliki kapasitas untuk mengujinya karena memiliki fungsi sosialnya sendiri.

IRIS juga tidak memiliki hasrat untuk merevisi adat dan agama, karena ruang religuisitas tidak bisa diukur. Sekali lagi soal keyakinan agama dan adat, IRIS meletakkannya itu sebagai penjelasan ‘melampui rasionalitas‘ (beyond rasionality) dan itu sifatnya sangat personal, namun klaim luar biasa (supranatural) atas nama/atau membawa nama agama masih terbuka peluang untuk di ujikan. Contoh sederhannya, IRIS tidak bisa menemukan basis ilmiah bagi keyakinan bahwa ‘Seseorang’ adalah Tuhan atau bukan, namun jika ada orang yang mengklaim bisa terbang, menghilang didepan mata, dll, maka saatnya IRIS membuktikan klaim itu. Jadi gagasan nalar kritis kami sangat spesifik, terkait klaim-klaim supranatural dan klaim kemampuan luar biasa lain.

Bagaimana bergabung dengan IRIS?

Sebagai sebuah ide, semangat untuk mensosialisasikan cara berpikir kritis dan ilmiah dapat dilakukan tanpa perlu bergabung secara fisik dalam IRiS. Akan tetapi, dengan menjalin jaringan dalam komunitas IRiS, ide ide dan pengetahuan akan lebih kuat dan lebih cepat terlaksana. Oleh karena itu, ada banyak jalan untuk bergabung dengan kami, yakni dengan bergabung secara fisik lewat gathering2 yang sering kami gelar di wilayah masing masing, aktif di page Facebook IRiS, aktif menulis artikel artikel ilmiah/kajian kritis atas fenomena supranatural, atau cukup dengan selalu menjaga pola pikir kritis dan menularkannya pada orang orang disekitar anda, anda telah menjadi bagian dari misi dan semangat Indonesian Rasionalist Society.

Fanpage kami bisa diakses di http://www.facebook.com/pages/IRiS-Indonesian-Rationalist-Society/169263306314 atau web kami di http://nalarkritis.org/. Saat ini jaringan regional IRiS (Indonesian Rationalist Society) ada di Yogyakarta sebagai pusat, Jakarta, Malang, Surabaya dan Bandung, dan masih sangat terbuka untuk membangun jaringan baru di seluruh Indonesia. Anda bsia menghubungi masing masing perwakilan kami di kota terdekat dengan anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *