Tentang Kami

Indonesian Rationalist Society

(IRiS)


Tentang IRiS

[table_of_contents]

IRIS adalah lembaga dan komunitas non-profit yang bergerak pada promosi penalaran kritis dan ilmiah, khususnya dalam menghadapi fenomena supranatural dan pseudoscience. Kami menawarkan perspektif ilmiah dalam membahas suatu fenomena yang secara mainstream dianggap sebagai fenomena supranatural. Sebagai komunitas, IRiS beranggotakan banyak orang dari berbagai kalangan dan keahlian, mulai dari bidang psikologi, social, kedokteran, fisika dan sejenisnya. IRiS tidak mengklaim sebagai penyaji kebenaran namun sebagai pemberi alternatif penjelasan yang lebih masuk akal, bertumpu pada pembuktian empiris dan menekankan pada prinsip prinsip ilmiah.

IRiS merupakan ajang eksplorasi pengetahuan bagi masing masing anggotanya dan juga membagi pengetahuan lewat berbagai media yang dapat kita capai. Kami ingin mengkampanyekan semangat berpikir kritis dan ilmiah dalam menghadapi banyak klaim-klaim luar biasa, seperti klaim supranatural, money game, pseudoscience, dan banyak hal yang berkembang di masyarakat saat ini. Kesadaran ini berangkat dari realitas di masyarakat yang terlalu mudah tertipu, dan tergiring isu tanpa adanya suatu pihak/lembaga yang secara aktif mengkritisi klaim-klaim dan berita yang berkembang di masyarakat, terutama seputar fenomena sosial yang berkaitan dengan dunia supranatural dan pseudoscience. Seperti produk-produk scam dan juga kebohongan-kebohongan atas nama supranatural yang kemudian mengeksploitasi masyarakat dalam financial, kepatuhan dan semacamnya.

Kehadiran IRIS hanya sekedar memberikan pilihan bahwa ‘ada penjelasan lain yang berbasiskan pemikiran rasional dan penalaran kritis’, ditengah dominasi penjelasan mistik dari klaim-klaim supranatural.

Sejarah terbentuknya

IRiS tidak mengklaim memberikan penjelasan yang paling benar, namun kesadaran untuk selalu kritis terhadap klaim bombastis. Kehadiran IRIS hanya sekedar memberikan pilihan bahwa ‘ada penjelasan lain yang berbasiskan pemikiran rasional dan penalaran kritis’, ditengah dominasi penjelasan mistik dari klaim-klaim supranatural. Realitas yang dibangun oleh media dengan gencarnya publikasi-publikasi mistis, adalah keterpaksaan IRIS untuk hadir setelah melihat dampak negatif dari pemberitaan itu terhadap realitas sosial, ekonomi dan politik. Meski demikian, sekali lagi IRIS tidak sedang menawarkan kebenaran baru, namun justru merayakan penjelasan-penjelasan ilmiah ditengah hegemoni wacana mistis.

Benih-benih IRIS sebagai komunitas (awalnya masih tanpa nama, hanya sekelompok mahasiwa penggemar mistik di Yogya) dimulai sejak tahun 2004, dimana kegiatan awalnya lebih terobsesi menemukan otentitas dari klaim supranatural. Konteks historis waktu itu adalah banyaknya klaim supernatural atau fenomena mistik yang ternyata adalah palsu, sehingga muncul keinginan yang kuat untuk menemukan klaim supernatural yang asli. Keyakinan yang kuat akan eksistensi supranatural ‘yang asli’ inilah yang kemudian membawa sekelompok mahasiswa ini mendatangi klaim-klaim supranatural satu persatu di berbagai tempat. Setelah mencari-cari pembuktian dari beragam klaim dan seiring dengan pengalaman, perspektif ‘orisinalitas supranatural’ mulai luntur dalam komunitas ini, yang justru melahirkan sintesis baru bahwa ‘supranatural sebenarnya tidak ada’.

Pada 2006, cikal bakal IRIS mulai terbentuk dengan berdirinya ISS (Indonesian Skeptic Society) di Yogyakarta yang jelas memposisikan diri skeptik dengan segala klaim supranatural. Pada perjalanannya, ISS banyak melakukan tes dan uji bukti terhadap klaim-klaim supranatural, yang sampai hari ini belum satupun terbuktikan. Meski saat itu investigasi dan pengujian masih dilakukan secara tertutup dan tidak seserius organisasi investigasi klaim supranatural diluar negeri, namun resistensi dan serangan balik muncul terhadap organisasi ini. Karena aktivitas ISS banyak menganggu mereka yang mencari keuntungan dengan bersandar pada klaim supranatural, sehingga muncul tuduhan, fitnah, ancaman bahkan teror.

Pada akhirnya muncul pemikiran untuk lebih serius menanggapi klaim supranatural ini, sehingga akhir ISS (Indonesian Skeptic Society) berubah nama dan memperluas jaringan dengan nama IRiS (Indonesian Rationalist Society). Perubahan nama ini tentu bukan tanpa alasan, karena paling tidak ada 2 alasan yang melatarbelakanginya. Pertama, istilah ‘skeptik’ dalam konteks kebahasaan Indonesia masih sangat indentik dengan kata ‘atheis’, padahal dalam konteks kebahasaan berbeda. Misalya keyakinan terhadap pengobatan alternative karena ketidak percayaan kepada dokter disebut juga skeptik pengobatan modern. Lebih parah lagi istilah atheis sering dihubungkan dengan PKI, padahal antara atheis dan ‘komunis’ tidak ada hubungan secara semantik. Dalam retorika perdebatan istilah-istilah agama dan klaim supranatural sering di digunakan secara sewenang-wenang oleh para pengklaim supranatural, dan jika terpojok kemudian berakhir pada tuduhan ‘antek PKI’. Hal ini tentu sangat merugikan tujuan utama lembaga ini. Kedua, nama ISS di beberapa kalangan terlanjur dikenal sebagai gerakan radikal anti klenik, sehingga perlu ada branding baru. Padahal tujuan terpenting IRiS justru berangkat dari kenyataan bahwa pemikiran klenik dan anti pengetahuan sangat merugikan peradaban masyarakat.

Maka pada akhir 2007, IRIS (Indonesian Rationalist Society) terbentuk dengan nama baru dan jaringan anggota baru yang terbentuk di berbagai wilayah. Persebaran ide nalar kritis (critical thinking) semakin tersebar melalui media mailinglist Hypnosis_Indonesia@yahoogroups.com dan kemudian sepakat membentuk forum di www.alambawahsadar.com . Pada 2009 IRiS menggunakan media facebook untuk menyebarkan gagasan berpikir kritis melalui page IRiS di www.facebook.com/menjadi.rasional. Dari sinilah kemudian IRIS melakukan riset lebih serius dengan klaim-klaim supranatural, meskipun sempat terhenti karena kesibukan masing-masing anggota. Saat ini IRIS mulai program riset dan publikasi secara serius, dengan bantuan masing-masing kerja jaringan diberbagai regional dan didukung oleh donatur yang memiliki semangat ide yang sama. Menyesuaikan ramalan kalender maya, tentang kiamat di 2012, maka IRiS melaunching web komunitas terbaru di www.nalarkritis.org yang berharap menjadi penanda dari kiamatnya irasionalitas yang membodohi masyarakat.

Visi & Misi

  1. Mempromosikan berpikir kritis (critical thinking) sebagai paradigma pengetahuan.
  2. Menjadi pembanding dari penjelasan mistik dari klaim luarbiasa (Extraordinary claim).
  3. Membangun jaringan komunitas berpikir kritis dalam menghadapi pseudo-science, klaim luarbiasa.
  4. Mencari bukti otentik dari eksistensi klaim supranatural
  5. Berbagi pengetahuan yang mengeksplorasi fenomena supernatural dan pseudosciencei dari perspektif rasional
Realitas yang dibangun oleh media dengan gencarnya publikasi-publikasi mistis, adalah keterpaksaan IRIS untuk hadir setelah melihat dampak negatif dari pemberitaan itu terhadap realitas sosial, ekonomi dan politik.

Agenda Kegiatan

Sebagai sebuah komunitas epistemic (epistemic community) anggota IRiS tentu memiliki karakter berpikir yang sama. Dalam rangka mengembangkan paradigma berpikir kritis ini, maka ada ikatan tradisi berbagi pengetahuan yang dilakukan dengan beberapa kegiatan. Kegiatan-kegiatan ini yang dikembang dimasing-masing wilayah, dengan frame dan kerja yang sudah dikonsultasikan bersama. Berikut adalah beberapa kegiatan pokok yang dilakukan IRiS;

1.       Gathering

Gathering adalah pertemuan rutin biasa untuk saling berbagi pengalaman sahabat-sahabat IRiS yang dilakukan di masing masing wilayah regional. Pertemuan ini sifatnya informal dan mendiskusikan hal-hal yang ringan, namun seringkali menjadi pemicu munculnya ide-ide kegiatan yang lebih serius. Untuk bergabung dengan komunitas di tingkat regional silahkan klik disini. Untuk mengetahui agenda gathering silahkan klik disini.

2.       Tes Klarifikasi

Tes klarifikasi adalah tes pengujian yang dilakukan oleh tim IRiS untuk membuktikan klaim-klaim luar biasa. Tujuan dari tes ini adalah menemukan bukti otentik dari eksistensi dari klaim supernatural tersebut. Kegiatan ini dilakukan oleh tim IRiS khusus yang memiliki pengalaman untuk melakukan investigasi supernatural. Untuk ketentuan dan prasyarat pengujian dapat dilihat disini. Untuk melihat agenda tes klarifikasi silahkan klik disini.

3.       Pelatihan dan Seminar

Pelatihan dan Seminar adalah kegiatan yang dilakukan untuk berbagi kompetensi antar anggota IRiS, khususnya dalam memahami klaim supernatural. Kegiatan ini dilakukan kepada anggota-anggota IRiS yang tertarik dengan tema-tema tertentu yang membutuhkan keahlian dan pengetahuan yang khusus. Beberapa pelatihan dan seminar yang pernah dilakukan adalah, pelatihan cold reading, behind Hypnosis, behind Gendam, behind tenaga dalam, dan banyak pelatihan dan seminar lainnya. Untuk melihat agenda-agenda seminar dan pelatihan silahkan klik disini.

4.     Publikasi dan kampanye

Publikasi dilakukan sebagai upaya IRiS untuk mengkampanyekan gagasan-gagasan rasional dan berpikir kritis terhadap fenomena-fenomena supernatural. Beragam publikasi yang dilakukan diantaranya adalah penerbitan buku, pembuatan ebooks, pameran dan semacamnya. Untuk melihat agenda publikasi dan kampanye silahkan klik disini.

–Selamat bergabung dengan Indonesian Rationalist Society


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *